Masih Jauh Dari Kata Sempurna

Yang terpenting itu bukan apa yang kita ketahui tapi apa yang kita bersedia pelajari

Masih Jauh Dari Kata Sempurna

If you Cannot Love a Person whom you See, Then how can you Love GOD Whom you Have Never Seen?

Kunjungan Industri Di Pulau Bali

Bukan kemiskinan yang merendahkan, tapi hati yang menistai kebaikannya sendiri

Kunjungan Industri Di Pulau Bali

In my opinion, Love is absolutely essential for us to have a happy life!!! God is Love - the First Secret of Life!

Kunjungan Industri Di Pulau Bali

Wanita bijak seperti angsa diatas air. Anggun namun tetap bekerja. Tetap tegar meski terluka

Kunjungan Industri Di Pulau Bali

Seorang hamba bisa dikatakan alim jika ia tidak iri kepada orang yang berada di atasnya dan tidak menghina orang yang berada di bawahnya

Memperingati Hari Pahlawan (10 November)

Sedikit berbicara adalah sebuah hikmah yang amat besar. Oleh karena itu, hendaklah kalian banyak diam, karena banyak diam adalah satu ketenangan hidup dan satu faktor yang dapat meringankan dosa

Karang Taruna 02/01

Loving you could take my life, but when I look into your eyes, I know you're worth that sacrafice!

Karang Taruna 02/01

Hidup itu seperti naik sepeda Untuk menjaga keseimbangan Anda, Anda harus terus bergerak

Masih Jauh Dari Kata Sempurna

Do you believe in love at first sight? Or should I walk by again?

Alumni SMP Among Siswa 2011

Menjaga amanah dan berkata jujur dapat mendatangkan rezeki, sedangkan khianat dan berkata bohong dapat mendatangkan kefakiran dan kemunafikan

Selasa, 12 Februari 2013

10 Nasehat Bijak Einstein Tentang Hidup Sukses



1. Buntuti Terus Rasa Ingin Tahu Anda 
"Saya bukan memiliki bakat khusus. Hanya selalu menikmati rasa ingin tahu saja."
Membaca kutipan Einstein di atas membuat kita bertanya-tanya. Seperti apa rasa ingin tahu itu? Saya selalu bertanya-tanya mengapa ada orang sukses, sementara banyak lainnya gagal?

Karena itu banyak-banyaklah menghabiskan banyak waktu membaca banyak bahan. Mencari tahu koneksi berbagai hal terhadap kata 'sukses'. Mengejar jawaban rasa ingin tahu Anda adalah kunci rahasia kesukesan. 


2. Tekun itu Tak Ternilai 
"Saya bukannya pintar, boleh dikatakan hanya bertahan lebih lama menghadapi masalah."
Bayangkan seekor kura-kura di tengah rimba gunung, sementara dia ingin menuju pantai. Atau, apakah Anda setekun tunas mangga terus-menerus bertumbuh, berkembang sehingga akhirnya berbuah?

Ada ungkapan bagus yang popular di kalangan pegawai pos, 'Selembar prangko menjadi bernilai hanya karena ketika dia menempel pada surat hingga mengantarnya sampai ke tujuan'. Jadilah seperti prangko, selesaikan apa yang sudah Anda mulai. 


3. Fokus pada saat ini. 
"Seorang pria yang bisa menyetir dengan aman sementara mencium gadis cantik, sebenarnya tidak memberi penghargaan yang layak untuk ciumannya itu."
Einstein kok ngomongin tentang ciuman ya? Ah, itu kan hanya istilah saja, Tapi saya ingin cerita tentang kejadian ketika sesorang menjaga kebun duren di kebun. 

Begitu banyak kera seperti menunggu si penjaga lengah dan menyikat durian ranum di atas pohon. Kemudian seorang lainnya berkata, bahwa Anda tak akan bisa menembak dua kera sekaligus. 

Pengertian yang bisa disimpulkan atas kata-kata tersebut adalah, 'Seseorang bisa melakukan banyak hal, tapi bukan semua hal sekaligus'. 

Belajar untuk 'berada di sini, saat ini', berikan perhatian kepada apa yang sedang Anda kerjakan. Energi terfokus adalah sumber kekuatan. Itulah perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan. 


4. Imaginasi adalah kekuatan 
"Imaginasi adalah segalanya. Imaginasi adalah penarik masa depan. Imaginasi lebih penting daripada pengetahuan."
Ungkapan Einstein ini sangat terkenal. Apakah Anda berimajinasi setiap hari? Imaginasi lebih penting dari pengetahuan! 

Imaginasi memainkan satu babak awal dalam pentas hidup masa depan Anda. Lagi, kata Einstein, "Tanda kejeneniusan sesungguhnya bukanlah pengetahuan melainkan imaginasi."

Sekali lagi, apakah Anda sudah melatih otot-otot imaginasi Anda setiap hari? Jangan biarkan otot-otot itu menjadi kurus dan sakit-sakitan. 

Hidup tanpa imajinasi seperti mengikuti aliran sungai, pasrah mengikuti apapun kemauan dan ke mana arahnya. Tak memiliki kuasa atas apapun terhadap pilihan ataupun keinginan. Menyedihkan. 


5. Buat Kesalahan 
"Seseorang yang tidak pernah membuat kesalahan sebenarnya tak pernah mencoba sesuatu yang baru."
Einstein tak pernah takut dengan kesalahan. Tak perlu alergi dengan kesalahan. Catat baik-baik, KESALAHAN bukan KEGAGALAN. 

Dua hal tadi berbeda. Kesalahan-kesalahan dapat membantu Anda menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih cerdas, jika Anda menggunakannya dengan tepat tentunya.

Carilah sesuatu berbau baru (something new) dari kesalahan Anda. Seperti sudah dibilang sebelumnya, jika ingin sukses, belajar lebih banyak dari kesalahan Anda. 


6. Hidup pada saat ini 
"Saya tak pernah memikirkan masa depan–itu akan datang sesaat lagi."
Satu-satunya jalan agar hidup Anda baik dimasa depan adalah hidup dengan baik pada saat sekarang. Ah, lagi-lagi nasehat bijak untuk menyikapi waktu dengan tepat oleh pakar fisika quantum Einstein.

Sangat tak mungkin mengubah kemarin karena sudah terjadi. Yang bisa Anda lakukan sekarang adalah mengubah cara pandang Anda saat ini tentang kemarin agar menjadi lebih baik. 

Anda juga tidak bisa mengubah besok menjadi lebih baik, kecuali jika Anda melakukan yang terbaik pada saat ini. Masalahnya hanya tentang waktu, dan waktu tidak pernah ke mana-mana kok. 


7. Hargai diri Anda 
"Berusahalah dengan keras bukan untuk menjadi sukses, tapi untuk menjadi lebih berharga."
Tak perlu lah banting tulang untuk menjadi lebih sukes. Luangkan waktu Anda untuk menaikkan nilai diri Anda. 

Jika Anda memang bernilai, sukses akan datang menghampiri Anda. Apakah Einstein bekerja lebih keras untuk sukses? Mungkin dia hanya terus menerus berinvestasi untuk meningkatkan nilai dirinya. Sukses datang sendiri kepadanya.

Kenali bakat dan berkah karunia-Nya kepada Anda. Belajarlah mengasah mereka menjadi lebih tajam, gunakan untuk memberi manfaat sebanyak-banyaknyak kepada orang lain.

Bekerjalah untuk menjadi bernilai, sukses akan mengejar Anda. Apakah berlian harganya sama dengan kerikil? Anda punya jawabannya. Keduanya mengalami tekanan berbeda sehingga membedakan nilainya. 


8. Jangan mengharapkan Hasil Berbeda 
"Kegilaan: adalah melakukan sesuatu dengan cara sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil berbeda."
Nasehat bijak Enstein di atas adalah favorit saya. Anda jangan mengharapkan hasil menjadi lebih baik jika Anda masih bertahan dengan cara yang Anda pakai sekarang. 

Dengan ungkapan lain, Anda mimpi mengharapkan otot bisep Anda menjadi lebih 'seksi' jika masih mengangkat barbel ringan terus menerus.

Jika ingin hidup Anda berubah, Anda harus berubah. Mengubah cara pikir, cara pandang dan cara melakukan sesuatu. 

Ketika Anda mengubah pikiran Anda, mengubah sudut pandang Anda, mengubah tindakan Anda, hidup Anda akan berubah dengan sendirinya.

Bayangkan hal berikut: Ada seorang gadis manis tepat di depanmu. Bandingkan kedua aksi berikut. Pertama, kamu senyum tulus, reaksi si gadis adalah membalas senyummu. Kedua, kamu melotot padanya, bisa ditebak apa reaksi si gadis? 


9. Pengetahuan terasah melalui Pengalaman 
"Informasi bukanlah pengetahuan. Satu-satunya sumber pengetahuan adalah pengalaman."
Pengetahuan itu berasal dari pengalaman. Anda bisa mendiskusikan sebuah proyek, tapi diskusi itu hanya akan memberi Anda informasi. 

Anda harus melakukan proyek tersebut untuk 'tahu' apakah proyek tersebut berjalan dengan benar atau tidak. 

Anda harus melakukannya untuk mengatasi munculnya masalah-masalah ditengah proyek berjalan. Itu membuat Anda memiliki pengalaman baru dan bermanfaat.

Apa pesan Einstein? Carilah pengalaman! Jangan habiskan waktumu nonton sinetron cinta sementara dirimu setengah mati menginginkan pacar, misalnya. Keluar dari duniamu sekarang dan pengalaman tak ternilai menunggumu di luar sana. 


10. Pahami Aturan Main, Lalu Bermainlah Lebih Baik 
"Anda harus memahami aturan permainan. Kemudian Anda harus bermain lebih baik daripada pemain lain."
Bagi Einstein, dia cukup memahami aturan-aturan dasar Fisika lalu berpikir dan bekerja lebih baik dibanding fisikawan lainnya. Sederhananya, Anda cukup melakukan dua hal saja.

Pertama, yang harus Anda lakukan adalah memahami 'peraturan' bagaimana cara Anda melakukannya. 

Kedua, lakukan pekerjaan tersebut lebih baik dibanding orang lain. Jika Anda mampu melakukan dua hal ini dengan baik, sukses pasti masuk ke kantong Anda

Senin, 11 Februari 2013

Bagaikan Lumpur Hidup

Anak cucu Adam yang (entah) perawan
Telanjang dan berjalan mengelilingi taman
Tak perduli kemaluannya terkikis zaman

Apa kemaluan namanya jika tak malu bila terlihat dan hanya tersipu-sipu bila terlijat?
Apa kemalauan namanya jika tak tertutup dan banyak tangan kotor yang menyentuhnya?

Anak itu masih terus memamerkan barang rongsokannya,
Sementara para pemuka agama menyebut nama Tuhan dengan bibir yang bergetar
Entah karena takutnya pada Tuhan
Atau bergetar karena takluk pada syahwatnya.

Anak itu adalah bagaikan lumpur hidup, 
Semakin kau lawan semakin kau akan tenggalam olehnya.

Namun...
Sebenarnya mereka tak ingin terus menerus bermain dengan kenikmatan semu itu
Mereka butuh seseorang yang tulus mengangkatnya dari sana.
Mereka masih menyimpan sebuah permata
Namun terkubur oleh indahnya tawaran dunia

Jangan hina mereka,
Sebab hinaanmu akan lebih hina dari hidup mereka

Peluklah, diriku sangat merindukanmu


Kamu tak mampu meraba hatiku?
Aku membutuhkanmu
Tolong dengarkan jeritan kalbuku
Cuma kamu yang bisa, redakanku

Taukah kamu penjaga hatiku?
Sesuatu sangat menyesakkan dadaku
Seolah, nafasku terhenti
Dahsyat, seperti ada yang membuncah di hati

Kumohon, kamu yang menggenggam jiwaku
Aku sangat, aku terlalu ingin berada dalam pelukmu
Merasakan kedamaian disana
Kehangatan, gelora jiwa muda di dada

Kemarilah yang menerangi kalbuku
Akan kubisikkan sebait kata
Usah selalu merendahkan dirimu
Sebab aku tahu kamu punya cinta

Kumohon
Sekali lagi
"Peluklah, aku sangat merindukanmu"

Cemas

Purnama ke-tujuh telah pergi meninggalkan Bulan
Menelan penerang jiwa, menjajikan kegelapan
Gemerincing lonceng sang penjaga malam menohok kesendirian
Dikhusyukan oleh desiran hymne dedaunan

Berlapis langit mendung menyelimuti jiwa
Berhias kecemasan, kesedihan dan air mata
Kesunyian dan rindu telah menikam dada
Membunuh kehangatan diatas dinginnya rasa 

Malaikat menghampiri dengan sayap-sayap birunya 
Tersenyum, mengitarinya dengan butiran emas membasuh luka
Aroma wangi surgawi merasuki setiap aliran darah
Mencekik perasaan jahat yang menyelimuti jantungnya

Bius sukma merasuki sudut-sudut kalbu
Menggugurkan kelopak melati utusan dari sang rindu
Gulana tumbuh dengan duri-duri dari sang mawar
Meracuni gairah bagi para pecinta sejati, bagai khamar

Malam mencekam, masih menyimpan sejuta misteri 
Penghuni kegelapan masih bermain  dengan kehampaan
Perempuan Cemas tetap mengubur rahasianya
Di dalam lembah-lembah kehancuran yang sunyi
Tanpa nyanyian serangga malam
Sampai subuh habis dengan sendirinya.

Seorang Wanita


Wanita tercipta dari rusuk Lelaki
Bukan dari kepala untuk dijadikan atasan
Bukan dari kaki untuk dijadikan bawahan
Tapi dari rusuk, dekat dengan hati, dijaga dan dilindungi.

Wanita butuh Lelaki yang tegas bukan keras
Lelaki yang melindungi, bukan over protektif
Lelaki yang penyayang, bukan posesif
Lelaki yang bertanggung jawab, bukan pembual
Lelaki yang ringan tangan bekerja, bukan ringan tangan memukul

Maafkan kami yang tak bisa jauh darimu, sebab kami adalah rusukmu
Maafkan kami yang selalu inginkan dilindungi, sebab kami adalah rusukmu.

Ia, Rusuk...
Rusuk yang melindungi "Hati".
Hati adalah sisi paling peka dalam diri manusia.
Hati adalah simbol cinta. 
Saat rusuk terjaga, maka terjagalah hati, maka terjagalah cinta.

Hati cuma satu,
Tak seperti ginjal yang bisa disumbangkan
Hati tidak!
Hati ini cuma satu, untukmu
Lelaki yang bisa melindungi dan memberikan kenyamanan bagi kami. 

Tak ada Wanita yang ingin diduakan.
Jika ada Wanita yang melihat Lelaki yang ia cintai bersama dengan yang lain,
lalu ia berkata "aku tidak cemburu", berarti ia telah berbohong.

Yang bijak ialah ketika kekasih telah dimiliki hati yang lain,
maka ia akan berkata "semoga mereka bahagia" sambil memberikan senyuman,
walaupun sebenarnya ini juga bohong.

Dan...
Wanita yang tak menangis saat kehilangan orang yang paling ia cintai adalah,
Wanita yang lebih kuat dari kokohnya Gunung Himalaya.

Untuk Para Kaum Hawa


Jangan pernah berikan kaum Adam indah bibirmu tuk dikecup
Sebab ia akan menuntut bibir rahimmu untuk dijamah.


Tidak perlu kau memuji indahnya Gunung Mahameru dengan salju di puncaknya
Sebab lelaki lebih memilih mulusnya gunung di tubuhmu dengan sumber kehidupan di puncaknya.


Jangan pernah kau bercerita tentang kesaktian tongkat Nabi Musa mengalahkan Firaun
Karena lelaki memiliki tongkat sakti yang mampu hancurkan  kesucianmu.


Buka mata, hati dan akalmu
Kita hidup bukan di alam mimpi.

Sabtu, 09 Februari 2013

ASAL-USUL KUMANDANG ADZAN

(Riwayat : Anas r.a; Abu Dawud; Al Bukhari)
Seiring dengan berlalunya waktu, para pemeluk agama Islam yang semula sedikit, bukannya semakin surut jumlahnya. Betapa hebatnya perjuangan yang harus dihadapi untuk menegakkan syiar agama ini tidak membuatnya musnah. Kebenaran memang tidak dapat dmusnahkan.
Semakin hari semakin bertambah banyak saja orang-orang yang menjadi penganutnya. Demikian pula dengan penduduk dikota Madinah, yang merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam pada masa-masa awalnya. Sudah sebagian tersebar dari penduduk yang ada dikota itu sudah menerima Islam sebagai agamanya.
Ketika orang-orang Islam masih sedikit jumlahnya, tidaklah sulit bagi mereka untuk bisa berkumpul bersama-sama untuk menunaikan sholat berjama` ah. Kini, hal itu tidak mudah lagi mengingat setiap penduduk tentu mempunyai ragam kesibukan yang tidak sama. Kesibukan yang tinggi pada setiap orang tentu mempunyai potensi terhadap kealpaan ataupun kelalaian pada masing-masing orang untuk menunaikan sholat pada waktunya.
Dan tentunya, kalau hal ini dapat terjadi dan kemudian terus-menerus berulang, maka bisa dipikirkan bagaimana jadinya para pemeluk Islam. Ini adalah satu persoalan yang cukup berat yang perlu segera dicarikan jalan keluarnya.
Pada masa itu, memang belum ada cara yang tepat untuk memanggil orang sholat. Orang-orang biasanya berkumpul dimasjid masing -masing menurut waktu dan kesempatan yang dimilikinya. Bila sudah banyak terkumpul orang, barulah sholat jama `ah dimulai.
Atas timbulnya dinamika pemikiran diatas, maka timbul kebutuhan untuk mencari suatu cara yang dapat digunakan sebagai sarana untuk mengingatkan dan memanggil orang-orang untuk sholat tepat pada waktunya tiba.
Ada banyak pemikiran yang diusulkan. Ada sahabat yang menyarankan bahwa manakala waktu sholat tiba, maka segera dinyalakan api pada tempat yang tinggi dimana orang-orang bisa dengan mudah melihat ketempat itu, atau setidak-tidaknya asapnya bisa dilihat orang walaupun ia berada ditempat yang jauh. Ada yang menyarankan untuk membunyikan lonceng. Ada juga yang mengusulkan untuk meniup tanduk kambing. Pendeknya ada banyak saran yang timbul.
Saran-saran diatas memang cukup representatif. Tapi banyak sahabat juga yang kurang setuju bahkan ada yang terang-terangan menolaknya. Alasannya sederhana saja : itu adalah cara-cara lama yang biasanya telah dipraktekkan oleh kaum Yahudi. Rupanya banyak sahabat yang mengkhawatirkan image yang bisa timbul bila cara-cara dari kaum kafir digunakan. Maka disepakatilah untuk mencari cara-cara lain.
Lantas, ada usul dari Umar r.a jikalau ditunjuk seseorang yang bertindak sebagai pemanggil kaum Muslim untuk sholat pada setiap masuknya waktu sholat. Saran ini agaknya bisa diterima oleh semua orang, Rasulullah SAW juga menyetujuinya. Sekarang yang menjadi persoalan bagaimana itu bisa dilakukan ? Abu Dawud mengisahkan bahwa Abdullah bin Zaid r.a meriwayatkan sbb :
"Ketika cara memanggil kaum muslimin untuk sholat dimusyawarahkan, suatu malam dalam tidurku aku bermimpi. Aku melihat ada seseorang sedang menenteng sebuah lonceng. Aku dekati orang itu dan bertanya kepadanya apakah ia ada maksud hendak menjual lonceng itu. Jika memang begitu aku memintanya untuk menjual kepadaku saja.
Orang tersebut malah bertanya," Untuk apa ? Aku menjawabnya,"Bahwa dengan membunyikan lonceng itu, kami dapat memanggil kaum muslim untuk menunaikan sholat." Orang itu berkata lagi,"Maukah kau kuajari cara yang lebih baik ?" Dan aku menjawab " Ya !"
Lalu dia berkata lagi, dan kali ini dengan suara yang amat lantang , " Allahu Akbar,Allahu Akbar.."
Ketika esoknya aku bangun, aku menemui Rasulullah SAW dan menceritakan perihal mimpi itu kepada beliau. Dan beliau berkata,"Itu mimpi yang sebetulnya nyata. Berdirilah disamping Bilal dan ajarilah dia bagaimana mengucapkan kalimat itu. Dia harus mengumandangkan adzan seperti itu dan dia memiliki suara yang amat lantang." Lalu akupun melakukan hal itu bersama Bilal."
Rupanya, mimpi serupa dialami pula oleh Umar r.a, ia juga menceritakannya kepada Rasulullah SAW . Nabi SAW bersyukur kepada Allah SWT atas semua ini.

Kisah Uqa'il Dengan Rasulullah SAW

Pada suatu hari Uqa'il bin Abi Thalib telah pergi bersama-sama dengan Nabi Muhammad s.a.w. Pada waktu itu Uqa'il telah melihat peristiwa ajaib yang menjadikan hatinya bertambah kuat di dalam Islam dengan sebab tiga perkara tersebut. Peristiwa pertama adalah, bahawa Rasulullah s.a.w. akan mendatangi hajat yakni mebuang air besar dan di hadapannya terdapat beberapa batang pohon. Maka baginda s.a.w. berkata kepada Uqa'il, "Hai Uqa'il teruslah engkau berjalan sampai ke pohon itu, dan katalah kepadanya, bahawa sesungguhnya Rasulullah berkata; Agar kamu semua datang kepadanya untuk menjadi aling-aling atau penutup baginya, kerana sesungguhnya baginda akan mengambil air wuduk dan buang air besar."

Uqa'il pun keluar dan pergi mendapatkan pohon-pohon itu dan sebelum dia menyelesaikan tugas itu ternyata pohon-pohon sudah tumbang dari akarnya serta sudah mengelilingi di sekitar baginda s.a.w. Peristiwa kedua adalah, bahawa Uqa'il berasa haus dan setelah mencari air ke mana pun jua namun tidak ditemui. Maka baginda s.a.w. berkata kepada Uqa'il bin Abi Thalib, "Hai Uqa'il, dakilah gunung itu, dan sampaikanlah salamku kepadanya serta katakan, "Jika padamu ada air, berilah aku minum!". Uqa'il lalu pergilah mendaki gunung itu dan berkata kepadanya sebagaimana yang telah disabdakan baginda itu. Maka sebelum ia selesai berkata, gunung itu berkata dengan fasihnya, "Katakanlah kepada Rasulullah, bahawa aku sejak Allah S.W.T menurunkan ayat yang bermaksud : ("Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu beserta keluargamu dari (seksa) api neraka yang umpannya (bahan bakar) dari manusia dan batu)." "Aku menangis dari sebab takut kalau aku menjadi batu itu maka tidak ada lagi air padaku."
Peristiwa yang ketiga ialah, bahawa ketika Uqa'il sedang berjalan dengan Nabi, tiba-tiba ada seekor unta yang meloncat dan lari ke hadapan rasulullah, maka unta itu lalu berkata, "Ya Rasulullah, aku minta perlindungan darimu." Unta masih belum selesai mengadukan halnya, tiba-tiba datanglah dari belakang seorang Arab kampung dengan membawa pedang terhunus. Melihat orang Arab kampung dengan membawa pedang terhunus, Nabi Muhammad s.a.w. berkata, "Hendak mengapakah kamu terhadap unta itu ?" Jawab orang kampung itu, "Wahai Rasulullah, aku telah membelinya dengan harga yang mahal, tetapi dia tidak mahu taat atau tidak mahu jinak, maka akan kupotong saja dan akan ku manfaatkan dagingnya (kuberikan kepada orang-orang yang memerlukan)." Rasulullah s.a.w. bertanya, "Mengapa engkau mendurhakai dia ?" Jawab unta itu, "Wahai Rasulullah, sungguh aku tidak mendurhakainya dari satu pekerjaan, akan tetapi aku menderhakainya dari sebab perbuatannya yang buruk. Kerana kabilah yang dia termasuk di dalam golongannya, sama-sama tidur meninggalkan solat Isya'. Kalau sekiranya dia mahu berjanji kepada engkau akan mengerjakan solat Isya' itu, maka aku berjanji tidak akan menderhakainya lagi. Sebab aku takut kalau Allah menurunkan seksa-Nya kepada mereka sedang aku berada di antara mereka."

Akhirnya Nabi Muhammad s.a.w. mengambil perjanjian orang Arab kampung itu, bahawa dia tidak akan meninggalkan solat Isya'. Dan baginda Nabi Muhammad s.a.w. menyerahkan unta itu kepadanya. Dan dia pun kembali kepada keluarganya

Golongan yang masuk Syurga

Sebuah hadis diriwayatkan daripada 'Auf bin Malik bahawa Baginda S.A.W. bersabda: "Orang-orang Yahudi telah berpecah kepada tujuh puluh satu golongan (ihda wa sab'ina firqatan). Satu golongan daripada mereka itu dalam syurga dan yang tujuh puluhnya dalam neraka. Orang-orang Nasara pula berpecah menjadi tujuh puluh dua golongan, tujuh puluh satu golongan mereka dalam neraka, dan satu golongan dalam syurga. Demi Tuhan yang diri Muhammad berada dalam tangan kekuasaannya, benar-benar umatku akan berpecah kepada tujuh puluh tiga golongan, satu golongan berada dalam syurga dan tujuh puluh dua dari mereka dalam neraka'
Baginda ditanya: Siapakah mereka (yang masuk syurga) itu?". Jawab Baginda "Jama'ah".

Termasuk ke dalam golongan yang selamat ini ialah jumhur ummat Islam dan golongan terbanyaknya (al-sawad al-a'zam) yang terdiri daripada para pengikut Imam-imam Malik, Shafie, Abu Hanifah Auza'i, Thauri dan Daud Zahiri.
Dalam Bughyatu'I-Mustarshidin 32 disebutkan bahawa yang dikatakan tujuh puluh dua golongan yang sesat itu ialah mereka yang terdiri daripada tujuh golongan.
Pertama, kaum Syiah yang terlalu melebihi dan memuja'Ali dan keluarganya; mereka sampai tidak mengakui khalifah-khalifah Abu Bakar, 'Umar dan 'Uthman. Mereka ini berpecah menjadi dua puluh dua golongan.
Kedua, golongan Khawarij yang terlalu berlebihan dalam membenci Sayyidina 'Ali r.a. Antara mereka ada yang mengkafirkan beliau. Pada pandangan mereka, orang-orang yang melakukan dosa besar menjadi kafir. Mereka ini kemudiannya berpecah menjadi dua puluh golongan.

Ketiga, kaum Mu'tazilah yang mempunyai fahaman bahawa Allah tidak mempunyai sifat-sifatnya, dan bahawa manusia melakukan amalnya sendiri dengan bebas merdeka, dan bahawa Tuhan tidak boleh dilihat dalam syurga, dan bahawa orang-orang yang melakukan dosa besar diletakkan antara syurga dan neraka; mereka juga beranggapan bahawa Mi'raj Nabi S.A.W. adalah dengan roh sahaja. Kemudiannya mereka ini berpecah menjadi dua puluh golongan.

Keempatnya ialah kaum Murji'ah (seperti paham kristen) yang mempunyai pegangan bahawa sesiapa yang melakukan dosa, maka itu tidak mendatangkan mudarat bila ia sudah beriman, sebagaimana katanya bila seseorang itu kafir maka kebajikan yang bagaimanapun dilakukan tidak memberi manfaat juga. Mereka ini kemudiannya berpecah kepada lima golongan.

Kelimanya ialah golongan Najjariyah yang mempunyai pegangan bahawa perbuatan manusia dijadikan oleh Tuhan dan Tuhan tidak mempunyai sifat-sifat. Mereka berpecah kepada tiga aliran.

Keenamnya ialah kaum Jabbariyah yang mempunyai keyakinan bahawa manusia tidak terdaya apa-apa; usaha atau ikhtiar manusia tidak ada sama sekali. Mereka terdiri daripada satu golongan sahaja.

Ketujuhnya ialah kaum Musyabbihah, iaitu kaum yang mempunyai pegangan bahawa Tuhan mempunyai sifat-sifat sebagaimana yang ada pada manusia, umpamanya Tuhan ada tangan, ada kaki, duduk atas 'Arsy, naik tangga dan turun tangga dan sebagainya. Mereka terdiri dari satu golongan sahaja. Dengan itu maka jumlah mereka semua adalah tujuh puluh dua golongan.
Golongan yang selamat ialah golongan yang satu sahaja iaitu golongan Ahli' Sunnah wal-Jama'ah.

Sebagai reaksi daripada apa yang timbul itu yang membawa kepada timbulnya berbagai firqah itu, maka timbullah golongan Ahli's-Sunnah wal-Jama'ah yang diketuai oleh dua orang ulama' besar dalam Usulu'd-din iaitu Syaikh Abu'l Hasan al-Ash'ari radiya'Llahu 'anhu dan Syaikh Abu Mansur al-Maturidi radiya'Llahu 'anhu. Dari segi 'aqidah seseorang itu boleh dipanggil Sunni sahaja, yang menunjukkan bahawa ianya adalah tergolong ke dalam golongan Ahli's-Sunnah; ataupun ia boleh dipanggilkan Asy'ari atau Asya'irah?
Lihatlah golongan ke-7.. apa pendapat saudara....??? Pintu taubat masih terbuka. Jgn saudara termasuk dlm golongan ke-7 di atas.

Kisah Taubat

Pada zaman dulu, ada seorang lelaki yang telah membunuh 99 orang . Dia ingin menjumpai pendita untuk meminta fatwa supaya dia dapat bertaubat dari dosanya. Sebaik saja berjumpa, dia pun menerangkan bahawa dia telah membunuh 99 orang dan bertanya sama ada dia masih ada peluang untuk bertaubat. Pendita dengan tegas mengatakan dia tidak boleh bertaubat kerana dosanya terlalu banyak. Lelaki itu mejadi marah dan terus membunuh pendita itu, menjadikannya mangsa yang ke-100. Dia masih ingin untuk bertaubat dan terus mencari kalau-kalau ada ulama yang boleh membantunya. Akhirnya dia berjumpa dengan seorang ulama. Dia menceritakan bahawa dia telah membunuh 100 orang dan bertanya sama ada Allah masih menerima taubatnya. Ulama itu menerangkan dia masih ada harapan untuk bertaubat. Seterusnya dia menyuruh lelaki itu pergi ke sebuah negeri di mana terdapat sekumpulan abid (orang beribadat). Apabila sampai di sana nanti, ulama itu menyuruhnya tinggal di sana dan beribadat bersama mereka. Ulama itu melarangnya pulang ke negeri asalnya yang penuh dengan maksiat. Lelaki itu mengucapkan terima kasih lalu terus menghala ke negeri yang diterangkan oleh ulama tadi. Sebaik saja sampai separuh perjalanan, dia jatuh sakit lalu meninggal dunia. Ketika itu terjadilah perbalahan antara dua malaikat, iaitu Malaikat Rahmat dan

Malaikat Azab. Malaikat Rahmat ingin mengambil roh lelaki itu kerana pada pendapatnya dia adalah orang baik lantaran azamnya untuk bertaubat sementara Malaikat Azab mengatakan dia mati dalam su'ul-khatimah kerana dia telah membunuh 100 orang dan masih belum membuat sebarang kebajikan. Mereka saling berebutan dan tidak dapat memutuskan keadaan lelaki itu. Allah kemudian menghantar seorang malaikat lain berupa manusia untuk mengadili perbalahan mereka berdua. Dia menyuruh malaikat itu mengukur jarak tempat kejadian itu dengan kedua-dua tempat; adakah tempat kejadian itu lebih dekat dengan tempat kebajikan yang hendak dituju atau lebih dekat dengan tempat dia mula bertolak. Sekiranya jaraknya lebih dekat dengan

tempat kebajikan, dia kepunyaan Malaikat Rahmat. Setelah diukur, didapati jarak ke negeri kebajikan melebihi kadar sejengkal saja. Lalu roh lelaki itu terus diambil oleh Malaikat Rahmat. Lelaki itu akhirnya mendapat pengampunan Allah.

NAIK SALAH, TURUN PUN SALAH

Pada zaman dulu di negara Arab, ramai orang menunggang kaledai sebagai kendaraan. Seorang bapa membawa anaknya ke satu tempat dengan membawa seekor kaldai. Kedua-dua mereka menaiki kaldai itu dan lalu di sebuah pekan. Keadaan ini menarik perhatian orangramai. Ada di antara mereka berkata "Ini kes aniaya. Kaldai tu dah le kecil. Dua-dua orang pulak naik. Kan tu menyeksa binatang.. Tak ada peri kemanusiaan langsung".

Si-bapa mendengar komen mereka. Lalu si bapa turun dan membiarkan anaknya sendirian di atas kaldai. Si-bapa meneruskan perjalanan sambil berjalan kaki. Mereka pun melalui sekumpulan orangramai. Sekali lagi ada yang komen, "Kurang ajar punya anak. Dia sedap-sedap naik kaldai. Bapanya dibiarkan berjalan kaki."

Si-anak mendengar komen mereka, lalu dia turun dan menyuruh bapanya pula menunggang kaldai. Si-anak berjalan kaki mengiringi bapanya di atas kaldai. Mereka pun melalui sekumpulan orang. Sekali lagi mereka mendengar rungutan "Bapa tak ada otak, dia sedap naik kaldai, anaknya dibiarkan berpeluh berjalan."

Mendengar komen itu, si-bapa pun turun dan berjalan bersama-sama anak. Kaldai itu dibiarkan berjalan sendirian. Mereka pun melalui sekumpulan orang. Masih ada yang komen "Apalah bodohnya orang tua ni. Ada kaldai tapi tak mau naik. Kalau macam ni, lebih baik tak payah bawa kaldai!"

Mendengar kata-kata ini, si-bapa pun memberitahu anaknya. "Beginilah keadaan masyarakat. Mereka hanya pandai komen. Pandai melihat kesalahan orang. Ada saja yang tak betul. Kalau kita ikut saja kata-kata mereka rosak kita. Kita tidak boleh terima pandangan mereka secara melulu. Kita kena fikirkan kesemuanya dan kita buat apa yang baik pada kita. Jangan pedulikan komen mereka.."

7 Langkah Hidup Bahagia



Tips Hidup Bahagia:

1. Kurangi berpikir, lebih seringlah merasakan

2. Kurangi cemberut, lebih seringlah tersenyum

3. Kurangi bicara, lebih seringlah mendengarkan

4. Kurangi penghakiman, lebih seringlah untuk menerima

5. Kurangi menonton, lebih seringlah melakukan

6. Kurangi mengeluh, lebih seringlah menghargai

7. Kurangi ketakutan/ kekhawatiran, lebih seringlah mengasihi

7 KATA

Aku tahu aku berbeda dari anak-anak lain. Dan aku amat membencinya. Ketika aku mulai bersekolah, teman-teman selalu mengejekku, maka aku semakin tahu perbedaan diriku. Aku dilahirkan dengan cacat. Langit-langit mulutku terbelah.Ya, aku adalah seorang gadis kecil dengan bibir sumbing, hidung bengkok, gigi yang tak rata. Bila berbicara suaraku sumbang, sengau dan kacau. Bahkan aku tak bisa meniup balon bila tak kupejet hidungku erat-erat.

Jika aku minum menggunakan sedotan, air akan mengucur begitu saja lewat hidungku.

Bila ada teman sekolahku bertanya, "Bibirmu itu kenapa?" Aku katakan bahwa ketika bayi aku terjatuh dan sebilah pecahan beling telah membelah bibirku.

Sepertinya aku lebih suka alasan ini daripada mengatakan bahwa aku cacat semenjak lahir. Saat berusia tujuh tahun aku yakin tidak ada orang selain keluargaku yang mencintai aku. Bahkan tidak ada yang mau menyukaiku.

Saat itu aku naik ke kelas dua dan bertemu dengan bu Leonard. Aku tak tahu apa nama lengkapnya. Aku hanya memanggilnya bu Leonard. Beliau berparas bundar, cantik dan selalu harum. Tangannya gemuk. Rambutnya coklat keperakan. Matanya hitam lembut yang senantiasa tampak tersenyum meski bibirnya tidak. Setiap anak menyukainya. Tetapi tak ada yang menyintainya lebih daripada aku. Dan aku punya alasan tersendiri untuk itu.

Pada suatu ketika sekolah melakukan test kemampuan pendengaran; yaitu mendengar kata yang dibisikkan dengan satu telinga ditutup bergantian. Terus terang sulit bagiku untuk mendengar suara-suara dengan satu telinga. Tidak ada orang yang tahu akan cacatku yang satu ini. Aku tak mau gagal pada test ini lalu menjadi satu-satunya anak dengan segala cacat di sekujur tubuhnya.

Maka aku mencari akal untuk menyusun rencana curang.

Aku perhatikan setiap murid yang ditest. Test berlangsung demikian: setiap murid diminta berjalan ke pintu kelas, membalikkan tubuh, menutup satu telinganya dengan jari, kemudian bu guru akan membisikkan sesuatu dari mejanya tulisnya. Lalu murid diminta untuk mengulangi perkataan bu guru. Hal yang sama dilakukan pada telinga yang satunya. Aku menyadari ternyata tak ada seorang pun yang mengawasi apakah telinga itu ditutup dengan rapat atau tidak. Kalau begitu aku akan berpura-pura saja menutup telingaku. Selain itu aku tahu dari cerita murid-murid yang lain bu guru biasanya membisikkan kata-kata seperti, "Langit itu biru" atau "Apakah kau punya sepatu baru?".

Kini tiba pada giliran terakhir; giliranku. Aku berjalan ke luar kelas, membalikkan tubuh lalu menutup telingaku yang cacat itu dengan kuat tetapi kemudian perlahan-lahan merenggangkannya sehingga aku bisa mendengar kata-kata yang dibisikkan oleh bu guru. Aku menunggu dengan berdebar-debar kata-kata apa yang akan dibisikkan oleh bu Leonard. Dan bu Leonard, bu guru yang cantik dan harum, bu guru yang aku cintai itu, membisikkan tujuh buah kata yang aku telah mengubah hidupku selamanya. Ia berbisik dengan lembut, "Maukah kau jadi putriku, wahai gadis manis?" Tanpa sadar aku berbalik, berlari, memeluk bu Leonard erat-erat, dan membiarkan seluruh air mataku tumpah di tubuhnya.

CINTA SEORANG IBU

Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya.Suaminya sudah lama meninggal karena sakit.

Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya. Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan : "Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati"

Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya. Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung. pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi.

Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan
"Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya"
Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan. Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman.

Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah. Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan. Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan

Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan,rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut.
Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya.
Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya

Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada. Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah. Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat. Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah

Tahukah anda apa yang terjadi?
Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi, dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng. Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata. Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan. Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya

Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng.Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya

Demikianlah sangat jelas kasih seorang ibu utk anaknya.Betapapun jahat si anak, ia tetap mengasihi sepenuh hidupnya.

Marilah kita mengasihi orang tua kita masing masing selagi kita masih mampu karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia ini
Sesuatu untuk dijadikan renungan utk kita...
Agar kita selalu mencintai sesuatu yang berharga yang tidak bisa dinilai dengan apapun

There is a story living in us that speaks of our place in the world
It is a story that invites us to love what we love and simply be ourselves

Kisah Inspirasi dari Jim Carrey



 
Jim carrey dilahirkan di keluarga yang ‘kurang beruntung’. Ayahnya seorang pemain saksofon. Ayahnya memiliki cita-cita untuk menjadi artis bersama band yang ia rintis bersama teman-temannya. 

Sayangnya, ayah jim carrey harus menghapus cita-citanya karena dia menghadapi keadaan ekonomi yang buruk, sehingga dia menjadi seorang akuntan.

Ibu dari Jim carrey adalah gadis yang menarik dan penuh kasih sebelum ia menderita penyakit hipokondria (depresi jiwa yang terjadi karena imajinasi semata). 

Setiap hari Jim melakukan gerakan-gerakan yang lucu untuk menghibur ibunya dan membuatnya tertawa. Namun jim tidak melakukannya di sekolah karena dia terkenal sebagai seorang pemalu.

Suatu hari Jim merenung, ia berpikir bahwa apa yang dia lakukan untuk ibunya bisa dijadikan alat untuk menarik perhatian teman-temannya di sekolah. Benar saja saat istirahat sekolah Jim mulai mempraktekan apa yang biasa dilakukna di depan ibunya dan teman-temannya terhibur. 

Karena kebiasaanya melucu dan membuat kelasnya tertawa, gurunya sampai memberikan jatah istirahat 15 menit lebih awal untuknya asalkan ia mau menjaga ketenangan kelas saat pelajaran berlangsung.

Ayah jim tiba-tiba diberhentikan dari pekerjaannya sebagai akuntan dan membuat kondisi ekonomi keluarga Jim semakin berat. Mereka mau tidak mau menjual barang-barang yang mereka miliki. Rumah tinggal pun ikut dijual. Jim harus berhenti sekolah di usia yang baru 16 tahun.

Jim sekeluarga berangkat ke Toronto. Di sana, ayah jim bekerja serabutan. Mereka tinggal di dalam mobil Van yang mereka miliki!! Akhirnya Jim mendapat kesempatan untuk bekerja di salah satu klub komedi. 

Jim bukannya mendapat pujian, ia mendapat cemoohan!! Namun Jim belajar ilmu baru dari kejadian tersebut. Jim belajar bahwa orang-orang di sana menyukai gaya jim yang menirukan orang lain seperti pejabat, artis, dll. Jim menggunakan ilmu yang ia pelajari untuk terus berkeliling dari satu klub ke klub lainnya.

Jim sadar akan bakat dan potensi yang ia miliki, lalu ia pindah ke Los Angles. Ia mulai mencari klub disana dan menawarkan diri untuk bekerja disana sebagai komedian. Ia mulai bekerja dan mendapat penghasilan sebesar $1000/bulan yang ia gunakan untuk membayar penginapan tempat dimana ia tinggal.

Satu kali Rodney Dagerfield menyaksikan aksi Jim. Jim ditawari untuk penampilan rutin dengan bayaran yang lebih tinggi. Hidupnya pun mulai berubah. Sampai pada satu hari jim mulai merenung kembali tentang apa yang ia jalani selama ini. Ia sadar betul bahwa aksi andalannya adalah menirukan gaya orang lain. Dia tidak menjadi dirinya sendiri!!

Ia mulai melakukan komedi dengan gayanya sendiri. Lalu Rodnye berkata pada Jim “mereka menganggapmu aneh Jim”. Kontrak kerjanya diputus dan Jim mulai mencari pekerjaan kembali. ia berkeliling kota untuk menemukan pekerjaan. Akhirnya Jim mendapatkan peran kecil disebuah komedi berjudul “The Duct Factory” pada usia 22 tahun.

Sampai Jim usia 25 tahun tidak ada perubahan apapun dalam hidupnya. Saat jim berusia 26 tahun Jim diberi peran oleh Damon Wayans di sebiah sketsa komedi yang berjudul “Living Color”. Melihat penampilannya disana Jim ditawari untuk mengisi peran di sebuah film baru yaitu Ace ventura. Jim menolak karena tidak sesuai dengan keinginannya untuk menampilkan ciri khas komedi Jim.

Selang beberapa tahun, Jim menerima tawaran menjadi Ace Ventura. Ia bebas memodifikasi naskah film untuk disesuaikan dengan karakternya. Empat bulan waktu yang dihabiskan oleh Jim untuk memodifikasi naskah film. Jim menerima bayaran sebesar $12juta dan produser film sudah pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Jim.

Setelah diproduksi Ace Ventura menjadi film HITS uang menhasilkan lebih dari $70jt (sangat tinggi untuk ukuran film komedi saat itu), Itulah awalnya, di usia 34 tahun, Jim carrey mulai menjadi salah satu ‘bintang’ seperti yang ia cita-citakan sebelumnya.
 
Note:Jangan takut untuk bermimpi besar, jangan takut untuk memulainya dari nol, karena semua hal besar, berawal dari mimpi yang besar!Dan tidak semua hal besar diawali dari apa yang besar, semuanya itu berawal dari hal kecil yang terus dikembangkan menjadi besar dan menjadi sangat besar, karena sebuah keteguhan dalam usaha pencapaiannya.

Nabi Muhammad dan Pengemis Buta Yahudi

Ada seorang pengemis butaYahudi di satu pasar di Madinah setiap hari selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, "Kalian semua, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, pembohong, dia tukang sihir, kalau kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya."

Namun, setiap pagi Nabi Muhammad SAW selalu mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Nabi Muhammad SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu tanpa pengemis itu tahu bahwa ia sedang disuapi makanan oleh orang yang ia sedang caci maki nabi Muhamad SAW melakukan hal ini setiap hari hingga beliau wafat.

Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis buta Yahudi itu.

Satu hari sahabat terdekat Nabi Muhammad SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang merupakan istri Nabi Muhammad SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, "Anakku, adakah kebiasaan habibi (Muhammad SAW) yang belum aku kerjakan?."

Aisyah RA menjawab, "Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja." "Apakah Itu?", tanya Abubakar RA. "Setiap pagi Nabi Muhammad SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis buta Yahudi yang ada disana", kata Aisyah RA..

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik, Siapakah kamu? Abubakar RA menjawab,Aku orang yang biasa (mendatangi engkau). Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, bantah si pengemis buta itu.

Lalu pengemis buta itu melanjutkan, "Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku, pengemis itu melanjutkan perkataannya."

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Nabi Muhammad SAW.

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.

Kamis, 07 Februari 2013

DAJJAL

"Jemur bantal, guling dan kasur. Setidaknya seminggu sekali gantilah seprei dan sarung bantal-gulingmu." "Agar tak ada Dajjal, Yah?" "Agar Dajjal mengerut dan terbakar jadi abu. Agar abunya terbang di panas siang dan tidak buru-buru bersarang di dalam tanah pekarangan.Tepuk-tepuk bantal dan guling agar bulu-bulu halus Dajjal beterbangan dan tidak bersarang di bantal dan guling––sehingga kamu batuk-batuk."

"Apa Dajjal pocong itu, Yah?" "Bukan. Pocong adalah orang mati yang tak ikhlas menerima kematiannya. Ia mempertahankan tubuhnya, percaya bahwa satu saat tubuhnya akan hangat lagi, lalu bisa bangun dan pulih seperti biasa. Ia menekur, berjaga di sisi tubuh yang dikafani dan dikubur dengan berbantal gumpal tanah di rongga lahad.

Dan Dajjal, setelah tiga bulan penguburan, terkadang muncul dari balik bantal tanah untuk menggerayangi hidung dan menyelinap ke rongga dada. Dajjal selalu rindu lubang hidung, atau kuping, karena tidak punya kaki,tangan,badan, kepala dan mata. Ia ingin jadi manusia, segala hewan dan tanaman yang bisa muncul di permukaan tanah tanpa mati dibakar sinar matahari."
***
Dajjal itu monster, jejadian, siluman. Induk dari segala Dajjal berada jauh di dasar Bumi,berupa batang kelam seperti tanaman parasit berujud akar––seperti bunga bangkai––, yang terpendam lama sebelum memunculkan kuncup bunga dan kemudian mekar jadi bunga raksasa beraroma busuk pemancing serangga.Nun.

Tapi Dajjal tidak memunculkan kuncup bunga. Ia melepas ruas batangnya,seperti cara pembiakan cacing pita, yang terapung dan bersarang di bawah bantal yang lembap berbau. Bertahan sampai dua tahun––bila tak dijemur di panas matahari. Diam-diam mengincar isi rongga dada lewat lubang hidung, lubang kuping dan mulut orang tidur, yang tak pernah menjemur bantal, guling, dan kasur.

Mencengkeram dan tumbuh sebagai Dajjal sempurna di paru-paru, lambung, dan jantung. Pada mulanya Dajjal hanya serabut transparan berbulu, yang gampang rontok dan bila terhirup menyebabkan kita batuk-batuk di waktu tidur. Setelah sempurna, ia jadi sulur-sulur hitam dengan kepala yang berupa setangkup cocor bebek yang akan menggerogoti tulang rawan hidung dan kuping, atau menyedot cairan isi mata dan kepala sehingga setiap manusia seperti tidak punya hidung, kuping, mata, dan otak.

Mengendalikan manusia seperti dalang mengendalikan boneka marionette dengan tali atau wayang dengan batang bambu kecil. Mendominasi sehingga tubuh itu hanya alat untuk memuaskan keinginan Dajjal, sampai manusia bersangkutan kurus, kering dan garing seperti ranting, mati dan mayatnya dikuburkan.

Pada tahap ini ia bisa bertahan seratus tahun, sambil setiap lima tahun melepas ruas tubuhnya menjadi serabut-serabut Dajjal,yang bila dalam dua tahun tidak terbakar matahari bisa mencapai rongga dada manusia akan mencapai tahap dewasa––dengan mengendalikan dan menyedot daya hidup inang.

Lantas, dikuburkan untuk bisa berkembang biak dengan menerbangkan serabut transparan–– meniru Dajjal purba yang ada di dasar Bumi. Nun.Tapi apa Dajjal itu? Di abad apa ia mulai tumbuh? Apa kreasi liar yang terbentuk di masa purbani dan gagal disisihkan seleksi alam karena memiliki daya tahan sebanding dengan agresivitas destruktif? Atau ia makhluk vegetatif penyusup dari Planet Nun [jauh] di Tata Surya asing?
***
Dalam cerita wayang, dalam komik Ramayana, Rahwana adalah makhluk raksasa yang lahir dari seorang putri ambisius yang kepingin menguasai ilmu kesempurnaan hidup milik dewa, dengan seorang lelaki petapa yang telah menguasai ilmu ke-sempurnaan dan tergoda kemolekan si putri ketika dia mencoba mengajarkan ilmu itu atas permintaan anak lelakinya yang menaksir si putri.

Mungkin karena mereka mengurung diri dalam kamar, terperangkap pada fakta ketubuhan di ruang tertutup, dan berselingkuh sehingga lahirlah anak-anak yang ada di antara gradasi nafsu dan keutamaan,Rahwana dan Wibisana.Dalam epos Ramayana itu diceritakan Rahwana mencuri Dewi Sinta, istri Betara Rama dengan tipu daya, dan tak mau mengembalikannya ketika diminta secara baikbaik.

Maka pecahlah perang besar, yang ditutup dengan kekalahan Rahwana. Tapi Rahwana tak pernah mati––ia memiliki aji Pancasona yang menyebabkan tubuh dihuni nyawa lagi begitu menyentuh tanah setiap kali terbunuh.Karena itu, ia dikejar-kejar panah sakti yang dilepaskan Rama, berusaha [tunggang- langgang] untuk bersembunyi di sembarang tempat.

Gagal dan karenanya ia menyusup ke dalam tanah dan akhirnya terjepit oleh kerak bumi yang saling bergesekan sebagai lempeng landas benua––terjepit dan terdorong ke kawah magma gunung kembar. Tidak bisa bergerak karena terjepit, tak mau bergerak karena diincar panah sakti, dan karenanya ia hanya mengorok dan menggelokgok melepas aneka rupa angan-angan, nafsu––seperti bocah kampung meniup busa sabun dari mangkuk air sabun.

Tetapi, tentu saja, tanpa tawa dan canda. Dipenuhi oleh kemarahan dan dendam ia meniupkan hipnotis dan sugesti kepada orang-orang hidup yang bebas gentayangan di muka Bumi–– agar angkara seperti dirinya. Ya! Tapi apa Rahwana itu biang Dajjal?
***
Aku kelas empat SD dan adik baru kelas satu SD. Saat itu hari hujan,lampu mati sehingga TV tak bisa dinyalakan–– kami yang tak bisa main game. Aku ingat pada cerita Ayah tentang Dajjal yang bersarang di bawah bantal. Teringat akan momen ceritanya di tiga bulan lampau––pada saat yang juga malang seperti sekarang ini––, yang kemudian disusul dengan desas-desus munculnya setan pocong Bu Bariah, yang meninggal dalam kondisi hamil muda.

Aku membayangkan Dajjal seperti membayangkan pocong, yang berwarna kelam dan bersembunyi di bawah bantal,karenanya hanya seruas jari kelingking.Aku minta Ayah menggambarkannya di kertas dan bukan memperagakannya dengan empat jemari di dua telapak tangan. Lantas Ayah menggambar di buku tulis dan memberinya warna sehingga aku yakin akan keberadaannya.

Karenanya aku bertanya lagi: apa Dajjal itu hewan atau tumbuhan? Apa Dajjal itu jantan atau betina? Apa Dajjal itu virus atau parasit? Ayah tertawa. Ayah bilang, tidak ada Dajjal dan yang ada hanyalah Om Zal. Aku dan adik mengernyit. Om Zal itu adik ayah. Sudah tua tapi kesenangannya bermalasan, teler, dan hampir setiap hari minta duit sama Oma––Opa sudah meninggal––, dan marah bila tidak diberi duit.

Karenanya Oma menelepon Ayah, menelepon Tante Maryam dan Om Yusuf. Bila ditelepon begitu,begitu terdengar, Ibu selalu marah dan mencaci maki Om Zal. Ayah bilang, ia terpaksa memberikan sokongan karena ingin menyenangkan Ibu. "Itu bakti saya kepada Mama," katanya. "Tapi itu sama saja dengan membiasakan Zal tergantung padamu. Menggerogoti kita .…" kata Ibu.

Ayah bungkam––Oma masih menelepon dan minta sokongan. Apa mungkin Om Zal itu Dajjal? Aku berpikir: mungkin Dajjal bersarang di bawah bantal Om Zal,lalu masuk ke rongga perut lewat lubang hidung, kuping atau mulut.Bersarang dalam lambung, dan menyerap segala rokok,minuman, pil, dan entah apa saja yang dimakan oleh Om Zal.

Dan pada gilirannya, Om Zal itu sendiri sudah bukan lagi Om Zal, tapi sebuah Dajjal yang memakai tubuh Om Zal––setidaknya karena mata dan otaknya kering terhisap. Kalau begitu, ke mana Om Zal yang sejati? Apa yang terusir dari tubuhnya itu nyawa atau ruh? Apa hanya kesadaran dan harga diri yang menyebabkannya jadi orang tak malu hidup bermalasan dan bermanja––parasit yang merepotkan orang, seperti yang dibilang Ibu bila tahu Ayah menyokong Om Zul?

Dan karenanya, untuk bebas dari Dajjal, kita tidak boleh bermanja, tidak boleh merepotkan orang lain––tak boleh jadi parasit. Punya harga diri dan kemauan untuk hidup mandiri.Dengan senantiasa menjemur bantal,guling,kasur, dan selalu ganti sarung bantal dan guling dan seprei seminggu sekali — seperti yang selalu dikatakan ayah. OK! Tetapi kenapa Ayah tidak membebaskan Om Zal dari dominasi Dajjal?

Apa di dunia ini memang tak ada obat untuk membebaskan orang yang di- cengkeram dan dikuasai Dajjal? Bila begitu apa Dajjal itu asli jejadian yang tumbuh bersama evolusi planet Bumi atau justru datang dari Planet Nun [jauh] di Tata Surya lain. Serdadu komando alien yang berusaha menguasai Bumi dengan menguasai dan menggerogoti tubuh manusia Bumi?
***
Apa mungkin Dajjal itu sabu-sabu, ekstasi, putaw, rhohipnol, pil koplo, ganja,bir,wiski, vodka, arak, dan segala entah apa lagi yang selalu dikonsumsi oleh Om Zul? Atau …
***